Oleh: denihend | 3 September 2010

TATA CARA PENGURUSAN JENAZAH (Bagian Pertama)

 

Segala puji bagi Allah Swt yang telah menempatkan hambaNya di bumi ini dan menjadikan sebagai ladang tempat beramal, serta menjadikan akhirat sebagai tempat balasan. Selain itu juga menjadikan diantara keduanya batas atau barzakh sebagai pelajaran akan fananya dunia. Maha suci Allah yang telah mencipta dan memilih hamba-hambaNya. Dan aku bersaksi tiada Illah yang berhak disembah kecuali Allah dan Muhammad sebagai hamba dan utusanNya. Amma ba’du.

Tulisan ini merupakan rangkuman makalah pelatihan tata cara pengurusan jenazah yang dilaksanakan di masjid Al Ishlah yang berlokasi di Perumahan Nuansa Asri Laladon dan disampaikan oleh Ustadz Habib pada pertengahan bulan Ramadhan 1431H.

Pengetahuan tentang tata cara pengurusan jenazah ini merupakan ilmu yang penting bagi ummat islam. Namun sebagaimana diketahui bahwa hukum pengurusan jenazah merupakan fardu kifayah maka beberapa dari ummat islam menganggap hal ini tidak penting dan mengabaikannya. Sehingga hanya sebagian kecil ummat islam yang dapat mengerjakan pengurusan jenazah. Melalui makalah ini semoga sebagian ummat islam yang telah membaca dapat mengamalkannya, setidaknya untuk lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar.

Risalah singkat ini berisikan petunjuk pengurusan jenazah yang terangkum dari berbagai kitab-kitab ahli ilmu. Berisi perpaduan antara petunjuk Rasulullah secara ilmiah, juga secara praktis dalam pengurusannya. Dimulai dari permulaan keadaan sakit menjelang kematian hingga pemandian, pengkafanan, penguburan, dan berbelasungkawa atau ta’ziah. Dengan berupaya sekuat mungkin merujuk kepada Al Quran, sunnah, dan perkataan sahabat, serta sedapat mungkin keluar dari perbedaan-perbedaan pendapat di kalangan ahli fiqh dengan mengambil pendapat yang kuat atau rajah. Semua agar pembaca diharapkan dapat memahaminya dengan mudah dan dapat mengambil manfaat darinya.

Semoga Allah Swt memberikan manfaat dengannya dan menjadikannya sebagai amal yang hanya mengharapkan wajahNya dan kita memohon kepadaNya istiqomah dan ketegaran di atas Islam serta tidak menjadikan hati kita berpaling setelah diberi petunjuk olehNya.

Keutamaan Menjenguk Orang Yang Sakit

  1. Merupakan hak dan kewajiban seorang muslim terhadap saudaranya yang sedang ditimpa musibah.
  2. Mendapatkan permohonan ampunan dan keselamatan dari para malaikat.

Apa yang disyari’atkan bagi yang sakit

  1. Ridho dan sabar terhadap ketentuan Allah. Yang dimaksud dengan sbar adalah menahan jiwa dari penderitaan, menahan lisan dari mengumpat, serta menahan anggota tubuh dari merusak atau merobek-robek pakaian dan yang semisalnya.
  2. Berbaik sangka kepada Allah Swt
  3. Hendaknya ia berada dalam kondisi antara rasa takut dan hara. Takut akan hukuman Allah terhadap dosa-dosanya dan mengharapkan rahmat RabNya. Ketika menjelang kematiannya, pengharapannya kepada Allah lebih mendominasi.
  4. Betapapun berat dan kerasnya sakit yang diderita, namun tetap tidak boleh mengharapkan kematian.
  5. Dianjurkan untuk memperbanyak taubat dan memohon ampunan
  6. Diharamkan berobat dengan yang dapat merusak aqidah, seperti menggantungkan jampi-jampi yang mengandung kalimat-kalimat syiri atau nama-nama yang asing. Begitu pula tidak diperbolehkan berobat kepada dukun dan tukang sihir.
  7. Dianjurkan untuk berobat dengan ruqyah yang disyariatkan, seperti dari Al quran dan sebagian doa-doa dari nabi yang soleh. Ibnu Qoyyim berkata: yang termasuk pengobatan yang paling tepat adalah melakukan kebaikan, berzikir, dan berdoa. Tunduk kepada Allah dengan taubat, maka pengaruhnya adalah lebih besar dibandingkan obat yang ada, akan tetapi semua tergantung kesiapan jiwa dan penerimaannya.
  8. Dibolehkan berobat dengan oobat-obatan yang mubah.
  9. Bila ada hak yang harus ditunaikan maka sampaikanlah kepada teman atau saudaranya bila hal itu memudahkannya, namun bila tidak maka berwasiatlah.
  10. Menulis wasiat

Adab menjenguk orang sakit

  1. Dekat dan duduk di samping kepala yang sakit
  2. Menanyakan keadaannya
  3. Menanyakan keinginannya
  4. Mengucap tubuh yang sakit dengan tangan kanan
  5. Mendoakannya
  6. Tidak termasuk petunjuk Rasullullah menjadikan hari atau waktu tertentu untuk mengunjungi yang sakit melainkan dapat dilakukan kapan saja.

Tanda-tanda Sakaratul Maut

  1. Ujung jemari kaki berubah dingin, karena ruh pertama kali keluar melalui kaki dan hal ini diketahui berdasarkan penelitian kebanyakan orang yang sedang sakaratul maut
  2. Dahi mengeluarkan keringat
  3. Gelisah dan takut di saat melihat turunnya malaikat maut dan terkadang pingsan dikarenakan kerasnya sakaratul maut
  4. Bunyi kerongkongan dan dada karena nafas dan ruh yang akan keluar.

Hal-hal yang diharuskan bagi kerabat mayit

  1. Menghadapkannya ke arah kiblat
  2. Mentalkin dengan kalimat syahadat

Tata cara talkin

  1. Tuangkan beberapa tetes air ke bibir dan kerongkongannya agar memudahkannya untuk mengucapkan syahadat. Dapat menggunakan siwak, kain, atau kapas.
  2. Usap wajah dan keningnya dengan kain basah
  3. Bersiwak jika memungkinkan
  4. Duduk di samping kepalanya seraya mentalkinkannya dengan kalimat syahadat.

Tata cara talkin

  1. Dengan kalimat perintah serta panggil dengan panggilan kesukaannya kemudian lakukan tiga kali berturut-turut.
  2. Dengan membimbing atau mencontohkannya, dan hal itu dilakukan apabila orang tersebut tidak merespon cara yang pertama

Hal-hal yang harus dijaga dan diperhatikan

  1. Apabila orang tersebut mengulang-ulang syahadat, maka tidak perlu ditalkinkan.
  2. Apabila telah mengucapkan kalimat syahadat, maka jangan ditalkinkan lagi kecuali bila ia mengucapkan kalimat lain atau pingsan.
  3. Tidak mentalkinkan orang yang sedang sakaratul maut dengan merengek-rengek lebih dari tiga kali.
  4. Apabila menggerakkan jari telunjuknya dan memberikan isyarat syahadat, maka tidak ditalkinkan dan hal ini apa bila ia tidak mampu mengucapkannya.
  5. Mendoakannya dan orang sekitarnya tidak berkata kecuali yang baik saja.
  6. Melihat keadaan orang tersebut. Apabila ia adalah orang yang memiliki iman yang kuat atau orang kafir, maka ditalkinkan dengan cara pertama (perintah). Namun apabila muslim yang lemah imannya menggunakan cara yang kedua (bimbing)
  7. Tidak mengapa seorang muslim mengunjungi orang kafir saat sakaratul maut untuk menawarkan keislaman kepadanya.
  8. Tidak mengkhususkan membaca surat yasin, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian orang, akan tetapi boleh dibacakan surat-surat lain dari alquran untuk mengingatkannya dan melembutkan hati.

Tanda-tanda kematian

Dahulu belum dikenal sarana-sarana medis yang dapat memastikan kematian seseorang, akan tetapi para ulama telah menyebutkan bebrapa tanda kematian seseorang, diantaranya adalah:

  1. Terbelalak dan terbaliknya mata, karena mata mengikuti arah ruh keluar dari jasad.
  2. Berubahnya batang hidung ke kanan atau ke kiri.
  3. Berpautnya betis antara satu dengan yang lainnya.
  4. Turunnya rahang.
  5. Jantung atau nadi berhenti berdetak
  6. Terlepasnya persendian tulang
  7. Kulit menjadi tegang terutama di bawah ketiak
  8. Suhu tubuh menjadi dingin seluruhnya
  9. Tubuh menjadi keras dan kaku terutama apabila ia telah meninggal cukup lama
  10. Perubahan dalam bau
  11. Hilangnya tanda hitam pada mata, terutama mayit dewasa.

Perhatian:

  1. Apabila mayit mati dalam keadaan mendadak maka tunggulah sesaat sehingga mencul tanda-tanda tersebut. Terutama bila ada dokter atau rumah sakit
  2. Benar-benar memastikan tanda-tanda yang sudah ada

Hal-hal yang harus dilakukan pada orang yang telah meninggal

  1. Memejamkan kedua matanya
  2. Mengikat kedua bibirnya
  3. Menggerak-gerakkan dan melemaskan persendian hingga tidak menjadi kaku dan keras
  4. Mengikat kedua kakinya agar tidak keluar kotoran dari duburnya
  5. Melepaskan pakaiannya dengan tetap menjaga auratnya dan tidak melihat kepada aurat si mayit.
  6. Meletakkan sesuatu yang berat di atas perutnya agar tidak kembung
  7. Meletakkan di atas ranjang atau tempat yang tinggi agar tubuh mayit tidak terpengaruh dengan tanah atau lantai yang dingin atau basah
  8. Menutupi mayit denga kain, kecuali orang yang meninggal dalam keadaan ihram
  9. Berdoa untuk mayit
  10. Hendaknya bagi keluarga yang ditinggalkan untuk bersabar dan ridho dengan ketentuan Allah Swt
  11. Mengucapkan kalimat istirja
  12. Tidak menyebutnya kecuali dengan kebaikan
  13. Melunasi hutang-hutangnya
  14. Bersegera mempersiapkan pengurusanya berupa memandikan, mengkafani, mensholati, dan menguburkannya
  15. Dikuburkan di tempat dia meninggal dan tidak memindahkannya ke tempat yang lain karena bertentangan dengan perintah untuk mensegerakannya.
  16. Memberitahukan kerabatnya untuk emnghadiri sholat dan mengurus jenazahnya
  17. Dianjurkan bagi yang mendengar atau memberiitahukan kabar kematiannya untuk mendoakan serta memohonkan ampun baginya
  18. Menyegerakan wasiat

Hal-hal yang diharamkan atas kerabat mayit

  1. Meratapi mayit
  2. Memukul-mukul pipi dan merobek-robek baju
  3. Mencukur rambut kepala
  4. Menguraikan rambut atau membiarkan rambut lebat/gondrong
  5. Menyebarkan berita kematian melalui pengeras suara atau di jalan-jalan dan pasar karena yang demikian termasuk an Na’yu (menyebarluaskan berita). Namun apabila memberitahukan kerabat atau jamaah untuk membantu mengurus jenazahnya, maka yang demikian itu tidak termasuk an Na’yu yang dilarang. Bahkan terkadang pula menyebarluaskan berita kematian menjadi wajib jika tidak ada orang yang bisa mengurus jenazahnya. Bersambung …

Responses

  1. Jazakumullah khairan katsiran, la’alahu nafi’an lana wa lakum.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: